Update Informasi Terkini Fakultas Kedokteran UNIMAL

Menuju Kurikulum Kedokteran yang Adaptif, FK UNIMAL Gelar Workshop Revisi Kurikulum Prodi Kedokteran

Menuju Kurikulum Kedokteran yang Adaptif, FK UNIMAL Gelar Workshop Revisi Kurikulum Prodi Kedokteran

Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh (FK UNIMAL) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan kedokteran melalui Workshop Revisi Kurikulum Program Studi Kedokteran yang dilaksanakan pada 10–11 Agustus 2026 di Aula Gedung Dekanat FK UNIMAL.

Workshop ini merupakan tindak lanjut dari workshop tahap pertama yang dilaksanakan secara daring pada 28 Juni 2026. Kegiatan sebelumnya mencakup evaluasi internal implementasi kurikulum periode 2021–2025 serta desk review oleh pakar pendidikan kedokteran. Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar dalam penyempurnaan rancangan kurikulum pada tahap berikutnya.

 

Background Web Unimal baru 4

Workshop menghadirkan dua pakar pendidikan kedokteran dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, yaitu Prof. dr. Diantha Soemantri, M.Med.Ed., Ph.D. dan drg. Nadia Greviana, M.Pd.Ked. Keduanya memberikan masukan dan pendampingan dalam pengembangan kurikulum yang selaras dengan prinsip Outcome-Based Education (OBE) dan perkembangan standar pendidikan kedokteran.

Dekan FK UNIMAL, dr. Muhammad Sayuti, Sp.B(K)BD, menyampaikan bahwa FK UNIMAL telah memasuki periode evaluasi kurikulum yang ketiga. Oleh karena itu, revisi kurikulum diperlukan untuk memastikan pendidikan dokter tetap relevan dengan perkembangan ilmu kedokteran, kebutuhan pelayanan kesehatan, serta standar pendidikan profesi dokter di Indonesia.

“Evaluasi dilakukan berdasarkan implementasi kurikulum selama periode 2021–2026 dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari public hearing, bagian preklinik dan klinik, wahana pendidikan di puskesmas dan rumah sakit pendidikan, mahasiswa, hingga alumni. Masukan tersebut menjadi dasar penyusunan kurikulum yang lebih adaptif dan berorientasi pada pencapaian kompetensi dokter yang profesional,” ujar dr. Muhammad Sayuti.

Pada hari pertama, Ketua Medical Education Unit (MEU) FK UNIMAL, dr. Sri Wahyuni, M.Sc., memaparkan hasil evaluasi kurikulum yang telah dirumuskan oleh tim pengembang dan tim revisi kurikulum. Paparan meliputi rancangan terbaru profil lulusan (Graduate Profile), Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), serta struktur dan mapping kurikulum hasil revisi.

Background Web Unimal baru 5

Profil lulusan dikembangkan secara lebih komprehensif dengan mempertimbangkan visi dan misi FK UNIMAL, termasuk penguatan karakteristik institusi dalam bidang manajemen bencana. Rancangan tersebut kemudian mendapatkan masukan dari narasumber untuk memastikan kesesuaiannya dengan prinsip pendidikan kedokteran berbasis capaian.

Selanjutnya, Prof. dr. Diantha Soemantri menyampaikan materi mengenai perumusan CPL dan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK). Sementara itu, drg. Nadia Greviana membahas perhitungan beban belajar dan Satuan Kredit Semester (SKS) berbasis OBE sesuai dengan ketentuan Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025.

Pembahasan juga mencakup constructive alignment, curriculum mapping, penyusunan Learning Outcomes, struktur dan distribusi SKS, integrasi ilmu dasar, ilmu klinik dan kedokteran komunitas, blok elektif, serta penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis OBE.

Melalui pembahasan tersebut, FK UNIMAL berupaya memastikan adanya keterkaitan yang jelas antara profil lulusan, capaian pembelajaran, proses pembelajaran, dan asesmen, sehingga seluruh proses pendidikan diarahkan pada kompetensi yang harus dimiliki lulusan.

Workshop ini menjadi salah satu tahapan penting dalam rangkaian revisi kurikulum Program Studi Kedokteran FK UNIMAL. Rancangan kurikulum selanjutnya akan melalui proses validasi dan penyempurnaan sebelum ditetapkan dan diimplementasikan.

Melalui revisi kurikulum ini, FK UNIMAL berkomitmen menghadirkan pendidikan kedokteran yang adaptif, relevan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat serta menghasilkan lulusan dokter yang unggul, profesional, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan pelayanan kesehatan, termasuk dalam konteks kebencanaan.