Update Informasi Terkini Fakultas Kedokteran UNIMAL

Kolaborasi Lintas Instansi Warnai 3rd Malikussaleh International Medical Cultural Camp Lewat Simulasi Tanggap Darurat

Kolaborasi Lintas Instansi Warnai 3rd Malikussaleh International Medical Cultural Camp Lewat Simulasi Tanggap Darurat

LHOKSEUMAWE — Rangkaian acara 3rd Malikussaleh International Medical Cultural Camp yang diinisiasi oleh Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh (FK Unimal) menghadirkan agenda yang sarat edukasi dan aksi nyata. Kali ini, para peserta dari berbagai latar belakang budaya dan institusi mengikuti kegiatan simulasi tanggap darurat bencana yang dipusatkan di kawasan Lanal Lhokseumawe. (Minggu, 27/09/2026) Kegiatan ini dirancang untuk membekali mahasiswa kedokteran, psikologi, dan keperawatan nasional maupun internasional dengan keterampilan mitigasi bencana, evakuasi medis darurat, serta manajemen korban massal (mass casualty incident) di lapangan.

Background_Web_Unimal_53.png

​Dekan FK Unimal, dr. Muhammad Sayuti, Sp.B, Subsp.BD(K), menjelaskan bahwa integrasi antara unsur pendidikan kedokteran, TNI Angkatan Laut, BPBD, RAPI, MER-C dan HEOC dibawah naungan Dinas Kesehatan Aceh Utara dalam gelaran Cultural Camp edisi ketiga ini bertujuan untuk membangun kesadaran global mengenai pentingnya mitigasi bencana. "Melalui Medical Cultural Camp ini, kami tidak hanya memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada peserta, tetapi juga melatih kepemimpinan, kerja sama lintas negara, serta ketangguhan dalam menghadapi situasi krisis kesehatan dan kebencanaan," ungkap dr. Muhammad Sayuti, Sp.B, Subsp.BD(K). Pihak Lanal Lhokseumawe dan BPBD turut mengapresiasi keterlibatan aktif para peserta yang antusias mengikuti setiap tahapan latihan, mulai dari teknik evakuasi darurat hingga pengoperasian posko kesehatan lapangan.

Background_Web_Unimal_54.png​

​Simulasi ini melibatkan berbagai skenario taktis yang menuntut kecepatan berpikir dan ketepatan tindakan medis darurat seperti, skenario evakuasi medis dimana peserta dilatih mengevakuasi korban dari area berbahaya menggunakan teknik tandu yang aman dan cepat. Kemudian penerapan metode triage dimana mahasiswa kedokteran mempraktikkan pemilahan korban berdasarkan tingkat kegawatan medis di bawah bimbingan instruktur profesional dari BPBD dan tim medis Lanal. Sesi simulasi ditutup dengan debriefing lintas budaya, di mana peserta berbagi pengalaman mitigasi bencana dari negara atau daerah asal masing-masing.
​
Melalui sinergi antar instansi ini, kegiatan 3rd Malikussaleh International Medical Cultural Camp sukses mencetak agen perubahan muda yang tidak hanya unggul secara akademis dan kultural, tetapi juga memiliki kepekaan tinggi terhadap keselamatan kemanusiaan.