Update Informasi Terkini Fakultas Kedokteran UNIMAL

Tempa Kesiapsiagaan Medis Darurat, Peserta 3rd Malikussaleh International Medical Cultural Camp Latihan Water Rescue Bersama Lanal Lhokseumawe

Tempa Kesiapsiagaan Medis Darurat, Peserta 3rd Malikussaleh International Medical Cultural Camp Latihan Water Rescue Bersama Lanal Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE — Suasana Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Lhokseumawe di Desa Rancung, Kecamatan Muara Satu, mendadak riuh dan penuh antusiasme. Sabtu(26/9/2026)
Puluhan mahasiswa kedokteran, psikologi dan keperawatan baik dari dalam maupun luar negeri tampak bahu-membahu mengenakan atribut keselamatan perairan, turun langsung menjajal latihan penyelamatan air atau water rescue. Kegiatan lapangan yang penuh tantangan ini merupakan rangkaian agenda bergengsi 3rd Malikussaleh International Medical Cultural Camp yang diinisiasi oleh Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh (FK Unimal) dan diikuti oleh Perdana University serta Universiti Pertahanan Nasional Malaysia. Pantauan Serambi di lokasi, gelaran simulasi darurat ini dirancang khusus untuk menguji ketangkasan fisik, mental, serta kerja sama tim para peserta lintas negara dalam menghadapi potensi kegawatdaruratan di perairan, seperti kecelakaan laut maupun evakuasi bencana pesisir. ​Dibimbing langsung oleh prajurit TNI AL Lanal Lhokseumawe, para peserta tampak antusias mendengarkan instruksi teknis. Mulai dari teknik dasar bertahan di air, penggunaan pelampung yang benar, hingga cara mengevakuasi korban tenggelam menggunakan perahu karet dan tali penyelamat (throw bag). 

Background_Web_Unimal_51.png

​Ditemui di sela-sela kegiatan, dr. Muhammad Sayuti, Sp.B, Subsp.BD(K), menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi yang terjalin antara FK Unimal dan pihak Lanal Lhokseumawe. Menurutnya, pemahaman mengenai pertolongan darurat air merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki oleh tenaga medis masa depan, khususnya di wilayah geografis yang memiliki garis pantai luas seperti Aceh. ​"Bencana dan situasi darurat di perairan bisa terjadi kapan saja. Melalui pelatihan water rescue ini, kita ingin membekali para peserta—terutama mahasiswa internasional—dengan keterampilan tanggap darurat dan evakuasi air. Ini adalah bagian dari mitigasi dan kesiapan mental seorang tenaga medis profesional," ujar dr. Muhammad Sayuti.
​

Ia juga menambahkan bahwa pemilihan kawasan pesisir Lanal Rancung memberikan pengalaman belajar langsung (real-world scenario) yang sangat berharga bagi para peserta dari berbagai negara untuk memahami penanganan kegawatdaruratan medis berbasis lingkungan pesisir. Tidak hanya menegangkan, momen latihan ini juga dibalut dengan kehangatan kultural. Para peserta asing tampak terkesan dengan kedisiplinan serta keramahan para personel TNI AL yang sabar mendampingi mereka. Gelak tawa dan teriakan semangat mewarnai detik-detik ketika para mahasiswa mencoba menaklukkan perairan pesisir Rancung. Melalui kolaborasi lintas sektor ini, FK Unimal berharap para peserta tidak hanya membawa pulang pengalaman akademik dan pertukaran budaya semata, tetapi juga jiwa solidaritas serta kesiapsiagaan tinggi dalam menghadapi situasi darurat kemanusiaan di kancah global.