Update Informasi Terkini Fakultas Kedokteran UNIMAL

Cultural Day FK Unimal Perkenalkan Kekayaan Budaya Aceh kepada Mahasiswi Internasional

Cultural Day FK Unimal Perkenalkan Kekayaan Budaya Aceh kepada Mahasiswi Internasional

Aceh Utara — Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh menyelenggarakan kegiatan Cultural Day sebagai wadah pertukaran budaya dan penguatan interaksi antara mahasiswi Fakultas Kedokteran dengan mahasiswi internasional dari Universiti Pertahanan Nasional Malaysia (UPNM) dan Perdana University. Kegiatan dilaksanakan pada Kamis 24 September 2026 dengan menghadirkan berbagai pertunjukan seni, simulasi bencana, serta pengenalan kuliner khas.

Background_Web_Unimal_58.png

Kegiatan Cultural Day menjadi sarana bagi para peserta untuk mengenal keberagaman budaya sekaligus membangun interaksi lintas budaya dalam suasana akademik yang hangat dan penuh kebersamaan. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, peserta memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan maupun mengenal seni, tradisi, serta kekayaan kuliner dari berbagai latar belakang.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Tari Ranup Lampuan yang dipersembahkan oleh mahasiswi Program Studi Pendidikan Dokter. Tari tradisional Aceh tersebut menjadi bagian dari penyambutan sekaligus memperkenalkan salah satu kekayaan seni dan budaya Aceh kepada para mahasiswi internasional.

Selanjutnya, kegiatan diisi dengan simulasi bencana oleh Tim TBM ISET. Simulasi ini memberikan gambaran mengenai kesiapsiagaan dan respons terhadap situasi kedaruratan serta memperkenalkan aktivitas mahasiswa dalam bidang penanggulangan bencana.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan Tari Marsogot Bungo Padi yang dipersembahkan oleh mahasiswi Program Studi Psikologi. Penampilan tersebut menjadi salah satu bentuk pengenalan seni tradisional sekaligus memperkaya keberagaman pertunjukan dalam kegiatan Cultural Day.

Selanjutnya, mahasiswi Program Studi Keperawatan mempersembahkan Tari Peunulang Maja. Berbagai penampilan seni yang disajikan memberikan kesempatan kepada para mahasiswi internasional untuk mengenal lebih dekat kekayaan seni dan budaya yang berkembang di Indonesia.

Pertukaran Kuliner dan Budaya

Background_Web_Unimal_59.png

Salah satu rangkaian kegiatan yang menarik perhatian peserta adalah pengenalan kuliner khas. Pada sesi ini, peserta diperkenalkan dengan berbagai makanan khas Aceh sebagai bagian dari pengenalan budaya lokal.

Tidak hanya memperkenalkan kuliner Aceh, kegiatan ini juga menjadi sarana pertukaran budaya melalui pengenalan makanan dari negara asal mahasiswa internasional. Salah satu mahasiswa internasional, M. Dzakirin Sufi bin Hairol Anuar, turut memperkenalkan makanan khas dari negaranya kepada para peserta.

Sesi tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk saling berbagi pengetahuan mengenai makanan tradisional, kebiasaan kuliner, serta nilai budaya yang melekat pada makanan dari masing-masing daerah. Pertukaran pengalaman tersebut menciptakan interaksi yang lebih dekat dan memberikan pengalaman lintas budaya bagi seluruh peserta.

Memperkuat Interaksi Lintas Budaya

Kegiatan Cultural Day tidak hanya menjadi ajang pengenalan budaya Aceh, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun komunikasi dan hubungan persahabatan antara mahasiswa lokal dan mahasiswa internasional.

Interaksi lintas budaya melalui kegiatan seni, simulasi, dan kuliner memberikan pengalaman yang memperkaya kehidupan akademik mahasiswa. Selain memperluas wawasan, kegiatan ini juga mendorong sikap saling menghargai terhadap keberagaman budaya serta memperkuat kemampuan komunikasi dalam lingkungan pendidikan yang semakin global.

Kegiatan kemudian ditutup dengan pemberian cinderamata dari Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh kepada para mahasiswi internasional dari UPNM dan Perdana University sebagai bentuk apresiasi atas kehadiran dan partisipasi mereka dalam kegiatan Cultural Day.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh terus mendorong terciptanya lingkungan akademik yang terbuka terhadap keberagaman dan mendukung interaksi internasional. Cultural Day menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan budaya Aceh sekaligus membangun hubungan persahabatan dan pertukaran budaya yang positif di antara mahasiswa dari berbagai negara.