Update Informasi Terkini Fakultas Kedokteran UNIMAL

Tingkatkan Deteksi Dini Risiko Kehamilan, FK Unimal Latih Dokter Puskesmas dan Klinik Gunakan USG Dasar Obstetri

Tingkatkan Deteksi Dini Risiko Kehamilan, FK Unimal Latih Dokter Puskesmas dan Klinik Gunakan USG Dasar Obstetri

Aceh Utara, 10 Juni 2026 – Upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi memerlukan keterlibatan seluruh tenaga kesehatan, termasuk dokter yang bertugas di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Untuk mendukung tujuan tersebut, Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh (FK Unimal) melalui Medico Education & Skill Training Center (MEDSTC) menggelar Workshop Penggunaan USG Dasar Obstetri Terbatas di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama, Rabu (10/6/2026), di ruang kelas Gedung Dekanat FK Unimal.

Background_Web_Unimal.jpg

Workshop yang diikuti oleh dokter dari berbagai puskesmas dan klinik kesehatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan tenaga medis dalam melakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG) dasar obstetri sebagai bagian dari skrining awal kehamilan. Kompetensi tersebut diharapkan dapat membantu tenaga kesehatan mengenali tanda-tanda kehamilan berisiko sejak dini sehingga penanganan dan rujukan dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat.

 

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh, dr. Muhammad Sayuti, Sp.B., Subsp.BD(K), dalam sambutannya menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas dokter di layanan kesehatan primer merupakan langkah strategis dalam memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak.

“Fasilitas kesehatan tingkat pertama merupakan garda terdepan dalam pelayanan kehamilan. Dengan kemampuan dasar penggunaan USG, dokter dapat melakukan skrining awal terhadap berbagai kondisi yang berpotensi menimbulkan komplikasi sehingga risiko keterlambatan diagnosis maupun rujukan dapat diminimalkan,” ujarnya.

Kegiatan ini menghadirkan dr. Teuku Yudhi, Sp.OG, dokter spesialis obstetri dan ginekologi sekaligus dosen Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh, sebagai pemateri utama. Dalam paparannya, ia menjelaskan pentingnya pemanfaatan USG dasar di layanan primer untuk membantu identifikasi kondisi kehamilan yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.

Menurut dr. Teuku Yudhi, penggunaan USG dasar oleh dokter umum di fasilitas kesehatan tingkat pertama dapat menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan antenatal, terutama pada daerah yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan spesialis.

“Pemeriksaan USG dasar memungkinkan tenaga kesehatan memperoleh informasi awal mengenai kondisi kehamilan, seperti usia kehamilan, jumlah janin, posisi janin, hingga kemungkinan adanya kondisi yang memerlukan evaluasi lebih lanjut. Semakin cepat risiko dikenali, semakin besar peluang untuk mencegah terjadinya komplikasi pada ibu maupun bayi,” jelasnya.

Selain sesi teori, workshop juga dilengkapi dengan praktik langsung penggunaan alat USG yang dipandu oleh dr. Eva Susanti sebagai instruktur pendamping. Pada sesi ini, peserta memperoleh kesempatan untuk mempelajari teknik dasar pengoperasian alat, pengambilan citra, serta interpretasi temuan sederhana yang relevan dengan pelayanan kesehatan primer.

Ketua MEDSTC FK Unimal, dr. Andi Saputra, M.Biomed, mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen institusinya dalam mendukung peningkatan kompetensi tenaga kesehatan melalui program pendidikan dan pelatihan berkelanjutan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi peserta dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya pelayanan kesehatan ibu hamil di puskesmas dan klinik,” katanya.

Workshop ini diselenggarakan oleh Unit Lembaga Inovasi dan Pelatihan MEDSTC FK Unimal bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Melalui kolaborasi tersebut, kegiatan diharapkan mampu memperluas akses peningkatan kompetensi tenaga kesehatan sekaligus mendukung agenda nasional dalam percepatan penurunan angka kematian ibu dan angka kematian bayi.

Para peserta menyampaikan antusiasme tinggi selama pelatihan berlangsung. Selain memperoleh pembaruan pengetahuan, mereka juga mendapatkan pengalaman praktik yang dapat langsung diterapkan dalam pelayanan sehari-hari di fasilitas kesehatan masing-masing.

Dengan terselenggaranya workshop ini, FK Unimal kembali menunjukkan perannya sebagai institusi pendidikan yang aktif mendukung penguatan kapasitas tenaga kesehatan dan peningkatan mutu layanan kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah Aceh dan sekitarnya.