Update Informasi Terkini Fakultas Kedokteran UNIMAL

Kuliah Umum Psikologi Unimal Bahas Kekerasan Seksual Digital dan Pentingnya Consent

Kuliah Umum Psikologi Unimal Bahas Kekerasan Seksual Digital dan Pentingnya Consent

Lhokseumawe – Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh menggelar kuliah umum bertema “Digital Sexual Violence: Understanding Consent, Psychological Impact and Support for Survivors” pada Selasa (13/10/2026). Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom ini diikuti oleh 472 peserta.

Kuliah umum menghadirkan Sali Rahadi Asih, M.Psi., MGPCC., Ph.D., Psikolog, akademisi dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, sebagai narasumber, dengan Rahmia Dewi, S.Psi., M.Psi., sebagai moderator.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh, dr. Muhammad Sayuti, Sp.B., Subsp.BD(K), didampingi Ketua Jurusan, Riza Musni, S.Kp., M.Kes. Kegiatan ini juga dihadiri oleh dosen, mahasiswa, dan sivitas akademika Universitas Malikussaleh.

Dalam pemaparannya, Sali menjelaskan berbagai bentuk kekerasan seksual di ruang digital, seperti pelecehan daring, penyebaran foto atau konten pribadi tanpa izin, perundungan siber, hingga penyalahgunaan teknologi untuk melakukan kekerasan seksual. Perilaku tersebut dapat menimbulkan berbagai dampak, mulai dari trauma psikologis, terganggunya privasi, hingga kerugian sosial dan finansial. Salah satu materi penting yang dibahas adalah konsep consent atau persetujuan. Sali menjelaskan bahwa persetujuan harus diberikan secara sadar, sukarela, dan tanpa paksaan. Persetujuan juga dapat ditarik kembali kapan saja. Pemahaman tentang consent menjadi dasar penting dalam membangun hubungan yang sehat dan saling menghormati.

Selain itu, narasumber membahas bagaimana candaan seksual, komentar yang merendahkan, dan perilaku pelecehan yang dianggap sepele dapat membentuk lingkungan yang menoleransi kekerasan seksual. Oleh karena itu, mahasiswa perlu lebih peka terhadap perilaku yang berpotensi mengarah pada kekerasan.

Peserta juga diperkenalkan dengan pendekatan 5D Bystander Intervention, yaitu Distract, Delegate, Document, Delay, dan Direct. Pendekatan ini memberikan panduan tentang tindakan yang dapat dilakukan ketika menyaksikan pelecehan atau kekerasan, dengan tetap mengutamakan keselamatan dan menghormati keputusan penyintas.

Ketua Panitia Pelaksana, Ella Suzanna, S.Psi., M.HSc., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang kekerasan seksual digital, khususnya dari perspektif psikologi. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami kekerasan seksual digital sebagai sebuah fenomena, tetapi juga mampu mengenali dampak psikologisnya, memahami pentingnya consent, serta mengetahui bagaimana memberikan dukungan yang tepat kepada penyintas. Harapannya, pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama saat berinteraksi di ruang digital,” ungkap Ella.
Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh, Muhammad Sayuti, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen fakultas dalam membangun lingkungan akademik yang aman dan saling menghormati.
“Mahasiswa perlu memiliki kesadaran dan tanggung jawab dalam menggunakan teknologi digital. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap mahasiswa semakin peduli terhadap isu kekerasan seksual, mampu menghormati hak dan privasi orang lain, serta ikut berperan dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman dan bebas dari kekerasan seksual,” ujarnya.