Update Informasi Terkini Fakultas Kedokteran UNIMAL

Mahasiswa Internasional dari Kanada, Belanda, dan Prancis Kunjungi FK Universitas Malikussaleh dalam Joint Cultural Camp

Mahasiswa Internasional dari Kanada, Belanda, dan Prancis Kunjungi FK Universitas Malikussaleh dalam Joint Cultural Camp

Reuleut, Aceh Utara – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Malikussaleh menerima kunjungan mahasiswa internasional asal Kanada, Belanda, dan Prancis dalam rangka kegiatan Joint Cultural Camp. Kegiatan yang mengusung tema “United in Diversity, Prepared for Disaster: Learning and Growing Together” ini menjadi wadah pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan budaya antara mahasiswa internasional dengan mahasiswa Universitas Malikussaleh.

Kunjungan mahasiswa internasional tersebut disambut oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh, dr. Anna Millizia, M.Ked (An), Sp.An. Dalam sambutannya, dr. Anna menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Joint Cultural Camp sebagai bagian dari upaya memperluas pengalaman akademik dan wawasan mahasiswa melalui interaksi lintas budaya dan lintas negara.

Menurutnya, keberagaman latar belakang mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini merupakan sebuah kekuatan untuk saling belajar dan membangun pemahaman yang lebih luas, termasuk dalam menghadapi tantangan kebencanaan.

“Kami sangat senang dapat menerima mahasiswa internasional dari Kanada, Belanda, dan Prancis di Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh. Kehadiran teman-teman dari berbagai negara menjadi kesempatan yang sangat baik untuk saling berbagi pengalaman, tidak hanya mengenai budaya, tetapi juga mengenai pendidikan, kesehatan, dan bagaimana masing-masing negara mempersiapkan diri menghadapi bencana,” ujar dr. Anna.

Ia juga menekankan bahwa penanganan bencana membutuhkan kolaborasi dan kesiapan dari berbagai disiplin ilmu. Oleh karena itu, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman kepada peserta mengenai pentingnya kerja sama antara tenaga medis, psikolog, mahasiswa, relawan, dan unsur masyarakat dalam menghadapi situasi bencana.

“Dalam kondisi bencana, kita tidak dapat bekerja sendiri. Diperlukan kolaborasi, komunikasi, kepemimpinan, serta kemampuan untuk mengambil keputusan dalam situasi yang penuh tekanan. Karena itu, kegiatan seperti ini sangat penting untuk membangun kemampuan kolaboratif mahasiswa sejak dini,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, FK Universitas Malikussaleh juga memperkenalkan berbagai potensi dan keunggulan pendidikan kedokteran, khususnya dalam bidang kedokteran bencana (disaster medicine) dan kesiapsiagaan bencana (disaster preparedness).

Background_Web_Unimal_62.png

Para mahasiswa internasional mendapatkan pengenalan mengenai konsep dasar manajemen bencana melalui kegiatan edukasi dan demonstrasi yang melibatkan mahasiswa TBM ISET (Tim Bantuan Medis Ibnu Sina Emergency Team) serta mahasiswa Program Studi Psikologi.

Keterlibatan TBM ISET memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal lebih dekat peran mahasiswa kedokteran dalam mendukung kesiapsiagaan dan respons terhadap kondisi kegawatdaruratan. Sementara itu, mahasiswa Psikologi memberikan perspektif mengenai aspek psikologis dalam penanganan bencana, termasuk pentingnya memperhatikan kondisi psikologis individu dan kelompok yang terdampak.

Kegiatan ini dirancang dengan pendekatan interdisipliner, mencakup berbagai aspek penanganan bencana, mulai dari aspek medis, psikologis, evakuasi, hingga respons kegawatdaruratan. Peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga mendapatkan pengalaman melalui demonstrasi dan interaksi langsung dengan mahasiswa Universitas Malikussaleh.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa penanganan bencana membutuhkan sinergi berbagai bidang keilmuan. Tenaga kesehatan, psikolog, relawan, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya perlu memiliki kemampuan untuk berkoordinasi dan bekerja secara terpadu agar respons terhadap bencana dapat berjalan secara efektif.

Selain memperoleh pengetahuan mengenai manajemen bencana di Indonesia, mahasiswa internasional juga diberikan ruang untuk berbagi pengalaman mengenai sistem penanggulangan bencana di negara masing-masing. Pertukaran perspektif dari Kanada, Belanda, Prancis, dan Indonesia menjadi bagian penting dalam memperluas wawasan peserta mengenai keberagaman sistem, pendekatan, dan strategi kesiapsiagaan bencana di berbagai negara.

Interaksi lintas budaya tersebut sekaligus memperkuat pesan utama dalam tema kegiatan, yaitu “United in Diversity, Prepared for Disaster: Learning and Growing Together.” Keberagaman latar belakang budaya dan pengalaman dipandang sebagai kekuatan yang dapat mendorong pembelajaran bersama dan membangun ketangguhan dalam menghadapi bencana.

Joint Cultural Camp juga menjadi sarana untuk membangun jejaring persahabatan internasional antara mahasiswa Universitas Malikussaleh dan mahasiswa dari berbagai negara. Hubungan yang terbangun melalui kegiatan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan kerja sama akademik dan kemahasiswaan secara berkelanjutan, termasuk dalam bidang pertukaran mahasiswa, pendidikan, penelitian, maupun kegiatan sosial kemanusiaan.

Bagi FK Universitas Malikussaleh, kegiatan ini menjadi salah satu langkah dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan kedokteran, sekaligus memperkenalkan pengalaman dan potensi fakultas dalam bidang kedokteran bencana dan kesiapsiagaan bencana kepada mahasiswa dari berbagai negara.

Melalui kegiatan Joint Cultural Camp, diharapkan terwujud peningkatan pemahaman lintas budaya, wawasan mengenai manajemen dan kesiapsiagaan bencana, kemampuan kolaborasi interdisipliner, serta hubungan persahabatan dan kerja sama antara mahasiswa internasional dengan mahasiswa Universitas Malikussaleh.

Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda pertukaran budaya, tetapi menjadi langkah awal untuk membangun kolaborasi yang lebih luas dan berkelanjutan dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan kapasitas mahasiswa dalam menghadapi tantangan kebencanaan di tingkat lokal maupun global.