Update Informasi Terkini Fakultas Kedokteran UNIMAL

Golden Time Menyelamatkan Nyawa: FK Unimal Latih Masyarakat Reuleut Timur Bantuan Hidup Dasar dan AED

Golden Time Menyelamatkan Nyawa: FK Unimal Latih Masyarakat Reuleut Timur Bantuan Hidup Dasar dan AED

Henti jantung mendadak (sudden cardiac arrest) merupakan salah satu kondisi kegawatdaruratan yang paling banyak merenggut nyawa di masyarakat. Peluang keselamatan korban sangat bergantung pada kecepatan pertolongan pertama yang diberikan oleh orang-orang di sekitarnya sebelum petugas medis tiba, khususnya melalui tindakan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan penggunaan Automated External Defibrillator (AED). Sayangnya, pengetahuan masyarakat awam mengenai kedua hal ini masih sangat terbatas. Berangkat dari kondisi tersebut, tim dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Malikussaleh (Unimal) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (September 2026) berupa pelatihan BHD berbasis penggunaan alat AED Trainer di Desa Reuleut Timur, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara.

 

Background_Web_Unimal_44.png

Ketua tim pengabdian masyarakat, dr. Anna Millizia, M.Ked(An), Sp.An, dalam keterangannya kepada media ini menjelaskan bahwa kejadian henti jantung dapat menimpa siapa saja, kapan saja, dan di mana saja, termasuk di lingkungan rumah maupun tempat umum. Menurutnya, rantai keselamatan (chain of survival) hanya akan berjalan efektif apabila masyarakat di sekitar korban mampu mengenali tanda-tanda henti jantung, segera menghubungi layanan gawat darurat, serta melakukan kompresi dada dan penggunaan AED sebelum bantuan medis profesional datang. “Setiap keterlambatan satu menit dalam melakukan resusitasi jantung paru dapat menurunkan peluang keselamatan korban secara signifikan. Karena itu, masyarakat, terutama kader posyandu, perlu dibekali keterampilan dasar ini agar dapat menjadi penolong pertama yang siap siaga di lingkungannya masing-masing,” ujar dr. Anna.

Background_Web_Unimal_45.png

Kegiatan ini melibatkan sejumlah dosen FK Unimal, yaitu dr. Yuziani, M.Si, dr. Rizka Sofia, MKT, dr. Wizar Putri Mellaratna, M.Ked(DV), Sp.DV, dan dr. Khairunnisa Z, M.Biomed, serta dibantu oleh mahasiswa kedokteran. Rangkaian kegiatan dimulai dengan penyuluhan mengenai konsep dasar henti jantung dan pentingnya BHD, dilanjutkan dengan demonstrasi langsung teknik kompresi dada dan pengoperasian AED Trainer menggunakan manekin, sehingga peserta dapat melakukan simulasi secara langsung dan berulang hingga terampil.

Antusiasme masyarakat, khususnya ibu-ibu kader posyandu, terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Para peserta secara bergantian mempraktikkan langkah-langkah kompresi dada yang benar serta cara memasang dan mengaktifkan AED sesuai instruksi suara alat, didampingi langsung oleh tim pengabdian. Selain sesi pelatihan praktik, kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktif untuk memastikan pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan.

Sebagai tindak lanjut dan bentuk dukungan keberlanjutan program, tim pengabdian turut menyerahkan alat bantu pelatihan kepada perwakilan masyarakat dan kader Desa Reuleut Timur, sebagai simbol komitmen bersama dalam mewujudkan desa yang siaga terhadap kejadian henti jantung.

Dengan terlaksananya program ini, dr. Anna berharap kader posyandu dan masyarakat Desa Reuleut Timur dapat menjadi garda terdepan yang sigap memberikan pertolongan pertama saat terjadi kondisi henti jantung, sekaligus menularkan pengetahuan tersebut kepada anggota keluarga dan masyarakat sekitar lainnya. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian Pembinaan Desa Lingkungan yang didanai oleh Universitas Malikussaleh, sebagai wujud kontribusi nyata kampus dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di sekitar lingkungan kampus.