Pemanfaatan Lahan Untuk Budidaya Tanaman Obat

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata kolaborasi (KKN-PPM kolaborasi) Universitas Malikussaleh kelompok 170 dengan DPL Nur Afni Safarina, S.Psi., M.Psi melakukan pembukaan dan pembersihan lahan untuk ditanami tanaman obat obatan seperti tanaman kunyit, jahe, kencur dilahan tropika Universitas Malikussaleh fakultas pertanian.

Kegiatan ini bertujuan untuk memanfaatkan lahan yang ada di fakultas pertanian Universitas Malikusaleh sebagai apotik hidup atau pemanfaatan penanam berbagai macam tanaman obat.

Arya selaku ketua dari kelompok 170 mengatakan pemanfaatan lahan ini dilakukan guna menjadikan lahan yang lebih produktif. Adapun manfaat dari tanaman obat obatan ini bisa digunakan sebagai obat herbal dan juga bisa sebagai penghasilan untuk di jual dipasaran.

Dosen pembimbing lapangan (DPL) Nur Afni Safarina menyampaikan bahwa pemberdayaan lahan yang kosong bisa menjadikan lahan yang produktif untuk menanam tanaman obat dan juga dapat menjadikan sebagai mata pencarian bagi mahasiswa yang KKN kolaborasi.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa/mahasiswi KKN kelompok 170 memfokuskan untuk membudidayakan tanaman jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum), dan kencur (Kaempferia galanga).

Jahe Merah (Zingiber officinale var. Rubrum)

Tanaman yang memiliki nama latin Zingiber officinale varietas Rubrum ini terasa lebih pedas, ukurannya lebih kecil, dan memiliki warna merah karena kandungan antosianin pada kulitnya. Sementara khusus untuk jahe merah, tanaman rimpang yang tampak kemerahan ini memiliki senyawa yang tak kalah bermanfaat untuk memelihara kesehatan. Berikut beberapa senyawa yang terkandung dalam jahe merah: Shogaol, Gingerol, Zingeron, Capsaicin, Farnesene, Cineole, Caprylic acid ,Aspartic Linolenic acid, Gingerdione,Serat resin, Oleoresin, Minyak atsiri.

Jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) memiliki khasiat:

  1. Menjaga daya tahan tubuh

Mengonsumsi jahe merah dapat menjadi langkah pencegahan penyakit melalui peningkatan daya tahan tubuh. Untuk mendapatkan khasiatnya, jahe merah dapat dikonsumsi baik sebagai bumbu makanan maupun dikonsumsi sebagai minuman atau jamu. Kandungan jahe merah, khususnya gingerol dan shogaol, merupakan senyawa yang bertanggung jawab atas efek immunomodulator untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Jahe merah juga diketahui memiliki efek antiinflamasi dan antioksidan, sehingga bisa membantu meredakan gejala penyakit yang berkaitan dengan aktivitas peradangan atau inflamasi.

  1. Mencegah masalah pencernaan

Menurut Hello Sehat, ekstrak jahe merah dapat melindungi sistem pencernaan dari bakteri, sehingga dapat membantu mencegah masalah pencernaan, seperti sakit perut. Agen antibakteri yang terkandung dalam jahe dapat melawan bakteri jahat, seperti Escherichia coli, Salmonella enteriditis, dan Staphylococcus aureus.

  1. Meredakan batuk

Secara tradisional, khasiat jahe merah sudah sejak dahulu digunakan sebagai obat untuk mengatasi batuk dan sakit tenggorokan. Biasanya, jahe ini dikonsumsi dalam bentuk teh. Kandungan jahe merah yang membuatnya berkhasiat adalah sifat jahe merah yang hangat mampu membantu mengatasi batuk dan radang tenggorokan.

Kencur (Kaempferia galanga)

Kencur merupakan tanaman dalam famili Zingiberaceae atau tanaman sejenis jahe yang memiliki nama latin Kaempferia galanga L. Kencur memiliki aroma lembut yang khas yang membuat tanaman ini berbeda dengan tanaman jenis Zingiberaceae lainnya. Tanaman kencur memiliki batang semu dengan jumlah daun sekitar 2-3 helai dengan bunga berwarna putih dan umbi yang kuning kecoklatan. Umbi atau akarnya inilah yang banyak dimanfaatkan orang sebagai rempah-rempah.[1] Sama seperti kunyit, tanaman kencur merupakan tanaman yang berasal dari daerah India. Penyebaran dari tanaman kencur meliputi kawasan Asia Tenggara dan Cina. Kencur merupakan salah satu rempah yang cukup terkenal di Indonesia. Kencur banyak digunakan sebagai obat tradisional atau jamu dan untuk bumbu masakan. Tidak hanya di Indonesia, kencur juga banyak dimanfaatkan di negara asal tanaman tersebut, yaitu India. Di India kencur digunakan sebagai obat tradisional, atau yang dikenal dengan Ayurveda.

Kencur (Kaempferia galanga) memimiliki manfaat:

  1. Diabetes

Kencur memiliki kandungan saponin di dalamnya. Saponin dapat menurunkan kadar lemak dan gula dalam darah. Dalam beberapa penelitian, kencur dapat terbukti dapat bekerja sebagai antidiabetik dengan menurunkan kadar gula dalam tubuh. Namun kencur sebagai obat kolesterol masih membutuhkan penelitian lebih jauh.

  1. Antiinflamasi

Radang atau inflamasi merupakan respon protektif tubuh karena adanya cedera atau kerusakan jaringan. Hasil pengujian aktivitas antiinflamasi dari kencur menunjukkan hasil yang positif. Etil parametoksisinamat yang dapat terkandung dalam kencur memiliki potensi sebagai obat antiinflamasi. Etil parametoksisinamat menunjukkan potensi anti-inflamasi yang signifikan dengan menghambat sitokin sehingga menghambat fungsi utama sel endotel, yaitu mengatur proses inflamasi. Selain itu beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa ekstrak etanolik dari kencur mampu membantu penyembuhan luka. Proses penyembuhan luka dipengaruhi oleh tingkat pembentukan kolagen dan proses pematangan dengan pengikatan antar serat kolagen tersebut. Kencur dapat mempercepat dan meningkatkan proses pematangan dengan meningkatkan kualitas ikatan antar serat kolagen.

  1. Diuretic

Manfaat kencur yang lain yaitu untuk memperlancar proses pengeluaran air kencing atau disebut sebagai diuretik. Pada sebuah penelitian yang menguji aktifitas ekstrak petroleum eter pada rimpang kencur, menunjukan bahwa terjadi peningkatan volume urin yang signifikan, serta meningkatkan kadar natrium serta kalium dalam urin. Pada penelitian tersebut, disimpulkan bahwa kandungan minyak atsiri, steroid, triterpinoid, dan resin dalam ekstrak petroleum eter berperan sebagai agen diuretik.

Bagikan ini :