Aceh Utara, 24 Desember 2025 — Dampak banjir yang melanda wilayah Aceh pada 26 November 2025 tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga memunculkan persoalan kesehatan mental yang mulai dirasakan warga. Di Desa Lagang, Kecamatan Sawang, dan Desa Teupin Banja, Kecamatan Muara Batu, sejumlah warga dewasa menunjukkan gejala gangguan psikologis pascabencana, seperti kecemasan berlebih, gangguan tidur, kelelahan emosional, hingga kesulitan beraktivitas secara normal.
Merespons kondisi tersebut, Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh (FK Unimal) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan menjadikan edukasi psikososial bagi orang dewasa sebagai fokus utama, disertai layanan kesehatan, gizi, dan pendampingan lanjutan bagi warga terdampak banjir.
Banjir yang terjadi akibat curah hujan tinggi pada akhir November lalu menyebabkan genangan luas di kedua desa tersebut. Sejumlah rumah warga terendam, aktivitas ekonomi terganggu, dan sebagian warga harus bertahan dalam kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya pulih. Dalam situasi pascabanjir yang berkepanjangan, tekanan ekonomi, ketidakpastian, serta kelelahan fisik menjadi faktor pemicu munculnya masalah kesehatan mental pada kelompok usia produktif dan lansia.
Melihat kondisi tersebut, tim FK Unimal menyelenggarakan edukasi psikososial khusus untuk orang dewasa, yang difokuskan pada pengenalan stres pascabencana, strategi koping sederhana, pengelolaan kecemasan, serta pentingnya dukungan keluarga dan komunitas. Edukasi dilakukan secara partisipatif melalui diskusi kelompok, pendekatan komunikatif, dan pendampingan langsung oleh tenaga yang kompeten di bidang kesehatan mental.
“Kami mulai melihat tanda-tanda kelelahan mental pada warga dewasa, seperti mudah marah, sulit tidur, dan menarik diri dari lingkungan sosial. Edukasi psikososial menjadi langkah awal yang penting agar masalah ini tidak berkembang menjadi gangguan yang lebih berat,” ungkap salah satu anggota tim pengabdian yang bertugas di kegiatan Psikososial.
Selain edukasi psikososial, FK Unimal tetap menghadirkan layanan mobile clinic untuk pemeriksaan kesehatan masyarakat dengan keluhan pascabanjir. Layanan gizi untuk bayi, balita, dan ibu hamil juga diberikan melalui pemeriksaan sederhana dan edukasi gizi, mengingat kelompok ini tetap menjadi prioritas dalam situasi bencana dan pascabencana.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim kolaboratif yang terdiri dari dosen, mahasiswa, dokter muda, dan dokter alumni Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh. Pendekatan kolaboratif ini memungkinkan layanan yang diberikan tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga promotif dan preventif, termasuk dalam aspek kesehatan mental masyarakat.
Melalui kegiatan pengabdian ini, Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada infrastruktur dan kesehatan fisik, tetapi juga pada pemulihan kesehatan mental, terutama bagi orang dewasa yang memikul beban besar dalam pemulihan kehidupan keluarga dan komunitas.
