Bakti sosial di Pulau Banyak, dari pesisir utara untuk pesisir barat Aceh

Pagi hari Kamis (16/12), hujan rintik-rintik membasahi ”Pulau Banyak”, namun kondisi hujan tidak menyurutkan antusiasme masyarakat untuk mengikuti bakti sosial pelayanan kesehatan yang diadakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh (FK Unimal) dan Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSU CM).

Kegiatan dipusatkan di Puskesmas Kecamatan Pulau Banyak, dibantu tim medis dan paramedis setempat. Tim kesehatan yang memberikan pelayanan bakti sosial terdiri dari dokter Spesialis Bedah, Spesialis Mata, Spesialis THT dan Spesialis Kandungan. Masyarakat terlihat sangat bersemangat dalam memeriksakan diri ke poli Spesialis tersebut.

Selain itu anak-anak Pulau Banyak yang saat ini sedang menikmati liburan sekolah juga mendapatkan pelayanan sirkumsisi, mereka sangat antusias untuk dilakukaan sunat. Selain sirkumsisi, di poli bedah juga dilakukan tindakan bedah minor, diantaranya pengangkatan tumor jinak kista ateroma, fibroma, granuloma umbilical serta perawatan luka diabetes.

Ketua panitia dr.Andrian,Sp.B mengatakan bahwa acara bakti sosial ini merupakan wujud dari rasa kemanusiaan.

”Kegiatan ini memberikan hal yang sangat positif kepada masyarakat yang kurang dari segi ekonomi terutama dalam hal preventif maupun melakukan pemeriksaan kesehatan, masyarakat disini dapat melakukan pemeriksaan kesehatan secara gratis, selain itu para anak-anak maupun remaja dapat melakukan sirkumsisi (sunat)”

Secara keseluruhan pelayanan berjalan dengan lancar dan sukses, pelayanan di poli bedah di dominasi oleh kasus pembesaran kelenjar gondok (struma) dgn riwayat hipertiroid, tumor, serta beberapa kasus usus buntu. Di poli THT dan Mata kasus paling banyak Pterigium, di Poli Kandungan sebagian besar masyarakat antri untuk memeriksakan ultrasonografi (USG) kehamilannya dan Antenatal care (ANC). Untuk kasus yang memerlukan pemeriksaan lanjutan, masyarakat di edukasi ke RSUD Singkil.

Masyarakat dalam beberap perbincangan menyatakan sangat senang mendapat pelayanan bakti sosial ini, dikarenakan untuk mengakses pelayanan spesialis mereka harus menyebrang pulau ke Aceh Singkil, walaupun pelayanannya gratis namun biaya transportasi dan akomodasi lain ke Singkil memerlukan biaya yang tidak sedikit.